Postingan

Ngaji Kitab Riyadhus Shalihin

Gambar
NGAJI BAB JUJUR #NgaosBersamaBapak Hallo Sahabat Blogger di manapun berada, semoga selalu sehat ya.. Lama tidak bersua ya, 2021 sudah bulan ke delapan aja ya ..Apa kabar pandemi? Masih sama bukan? Mari berdoa semoga Corona lekas berpulang. Bagaimana kabarnya? Tetap stay #dirumahaja kan ya?.. Okay good! Semoga dengan begitu kita tetap safety. Mari tertib dan patuh pada protokol kesehatan dengan mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan, tetap #dirumahaja dan mengurangi aktivitas di luar yang tidak penting. Selain itu  mari bersama-sama lebih mendekat pada Sang Maha Kuasa, Sang Pemberi rasa aman , sehat dan bahagia, Sang Pencipta Pandemi, Allah SWT, Tuhan Semesta Alam Raya. Semoga kita semua mendapatkan perlindungan lahir dan batin. amiin Sebuah upaya menjadi pengingat kala memori penuh dengan deretan rutinitas, alarm saat lelap dalam tidur panjang, copyright saat tinta pena tak lagi kentara, tulisan ini aku buat. Selain itu adalah upaya untuk sharing...

Begini Ceritanya

Gambar
  Selamat menunaikan ibadah sabtu malam kawan semuanya. --- Tulisan pertama di bulan Mei yang nyaris habis. Banyak ide tercatat juga terselip niat, namun sayang action hanya wacana belaka. Sedih sih, iya, tapi mau digimana, suka nulisnya masih mood- mood an. Ngapunten Gusti. --- Sekelumit kisah dari aku pejuang munaqosyah . Mahasiswa penyandang gelar 'mahasiswa limitid edition' yang tidak pernah mengakuinya. Drama tugas akhir yang ada-ada saja.  (Tidak lekas menulis tugas akhir malah ngetik curhatan di blog. Itu Aku. Hmmm...) Semua bermula dari ucapan Orang Tua: "Karepmu piye, Nduk? Lulus kuliah tekan sak iki wes setengah tahun, tapi ra jelas jeluntrungane. Kerja yo ra kerjo, nikah yo rung ono calonne, hare meh S2 tapi ra ndang. Hmmm..."  Panik gak? panik gak?, panik lah, masa enggak! Bagaimanapun Orang Tua punya hak atas itu semua, sebab beliau sudah bersusah payah, banting tulang untuk membiayai kuliah anaknya. Aku sadar akan itu, tapi sebenarnya aku juga tengah ...

Sabtu Bersama Bapak

Gambar
  Salah satu momen berharga bagi santri adalah saat ngaos belajar langsung dengan Kyai. Mengapa demikian? karena ilmu yang diperoleh jelas dan lebih valid sumber sanadnya. Berbeda halnya dengan hanya sekedar comot dari internet yang terkadang sumbernya tidak jelas dan kevalid-annya dipertanyakan. Pondok Pesantren Wahid Hasyim, Yogyakarta, 27 Oktober 2018 2400 detik ngaos kitab "Mukhtasor Ihya' Ulumuddin" bersama Bapak Pengasuh, KH. Drs. Jalal Suyuthi, S.H. Beliau menyampaikan perihal Halal dan Haram pada kitab tersebut di hal. 83 (boleh cek kitabnya ya kawan!) Diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud. r.a, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Thalabul halal faridhotun 'ala kulli muslimin" , bahwa mencari kehalalan itu wajib bagi setiap muslim . Dalam melakukan apapun dan memperolehnya, hendaknya dilakukan dengan sistem halal. Karena halal memiliki berbagai keutamaan, di antaranya: 1. Allah akan memberikan cahaya ke hati setiap muslim yang memakan makanan halal. Di mana h...

Penghasil Oksigen

Gambar
    Hamid sedang menikmati liburan sekolah. Ia dan keluarganya berkunjung ke rumah kakek. Kakek Hamid tinggal di daerah pegunungan. Di daerah ini, udara masih sangat bersih dan tidak tercemar oleh polusi. Hamid sangat senang karena dapat menghirup udara segar yang sangat baik untuk kesehatan paru-paru. Tidak hanya itu, Hamid juga dapat menikmati pemandangan indah yang tidak pernah ia jumpai di kota. Hamid merasa nyaman tinggal di rumah kakek. Rumah kakek sangat bersih dan asri. Di sekeliling rumah kakek banyak ditanami berbagai jenis bunga. Ada bunga mawar, melati, kenanga,   dan bunga anggrek dalam banyak jenis dan warna. Bunga-bunga tersebut sangat indah, terutama saat bermekaran. Tidak hanya itu saja, di pekarangan rumah kakek juga di tanami pohon mangga, pohon pisang, pohon kelengkeng dan pohon kelapa. Kemudian di samping rumah kakek terdapat satu petak tanah. Biasanya Kakek Hamid menanaminya dengan padi dan sayur-mayur untuk kebutuhan sehari-hari. Kakek Hamid...

Puisi Untuk Mama, Wanita Hebatku

Gambar
  Perempuan Bumi Berjiwa Langit Heni Alliana   Ada kisah yang mengharu biru Bukan kisah dalam film drama atau pun novel romansa Melainkan, kisah nyata, real, apa adanya sesuai fakta Kisah perempuan biasa penuh dengan keluarbiasaannya Lelap dalam singkat, terbangun cepat Pagi buta pukul dua, berjalan tanpa kawan Menerobos udara malam, kabut dan juga jalan berlubang Bersamanya beban ganda; barang dagangan, berat badan dan juga beban kehidupan.   Banting tulang, sementara yang lain terlelap dalam dekapan malam Tak peduli pada kantuk yang mengundang Apalagi dahaga dan lapar, kau hiraukan Terus memasang wajah segar beserta senyum riang pada setiap pelanggan Muka lesu, lemah, letih kau sembunyikan dalam-dalam Hingga perih dan rintihan kau rasakan dalam kesendirian   Berjuang demi baiknya kehidupan putri-putrimu dan juga keluargamu Beban nafkah kau tanggung, kau pikul seorang diri pada pundakmu Maafkan putri sulungmu yang hingga kin...

Renjana Paripurna

Gambar
Binar matamu meneduhkan Senyum elips mu menawan Tutur katamu selaras budi kebaikan Kau, anugerah terindah dari Tuhan   Padamu kudapatkan kehangatan Dekapanmu erat nan menentramkan Padamu pula renjana paripurna, cinta kasih, tercurah utuh laksana surya menyinari semesta   Aku bersaksi, engkau adalah hidupku, Purnama pada malam-malamku, Sinar surya yang menyertai langkah-langkahku, Rapalan doamu, mustajab untukku   Semua tentangmu, abadi Terpatri dalam sanubari Menggaung jelas dalam memori Begitu pula cintaku padamu, utuh tanpa tapi.   Sragen, Februari 2021      

Kenalan Dengan Pengacara

Gambar