Hujan


Bersajak Sejenak





Hujan
By Heni Alliana

Hembusan angin dingin menghampiri
menembus sela-sela tulang rusuk

sejenak dalam suasana gemericik air hujan
tersirat wajahmu . .

Hanya dengan mengetahui namamu
dan mengenang wajahmu
terlukis selalu dalam benak dan lamunanku
entahlah engkau merasa hal yang samakah. .
sungguh aku tak tahu



Komentar

Tulisan Lainnya

Puisi Untuk Mama, Wanita Hebatku

Pidato Bahasa Arab Tentang Globalisasi

Teks Pidato Bahasa Indonesia "Cinta Orang Tua"

Ngaji Kitab Riyadhus Shalihin

My Travel Map Part 2